Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Gorontalo melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan laboratorium sederhana bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Patologi Klinik Gorontalo, pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh WBP yang berjumlah 63 orang, dengan melibatkan tim medis Klinik Pratama Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Gorontalo bersama para dokter anggota Persatuan Dokter Spesialis Patologi Klinik Gorontalo.
Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan laboratorium sederhana bertujuan untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan WBP serta mendukung upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan dan penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Dalam pelaksanaannya, tim medis Klinik Pratama bersama para dokter melakukan pemeriksaan kesehatan dan laboratorium sederhana meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Melalui pemeriksaan tersebut, diharapkan potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih dini sehingga WBP yang memerlukan perhatian atau pemeriksaan lanjutan dapat memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga medis.
Melalui kolaborasi ini, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Gorontalo berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan lapas, sekaligus mempererat sinergi dengan tenaga medis dan organisasi profesi kesehatan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang lebih baik, terarah, dan berkelanjutan bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kegiatan bakti sosial ini menegaskan komitmen Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Gorontalo untuk terus memberikan perhatian terhadap kesehatan WBP sebagai bagian penting dari pemenuhan hak dasar manusia. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan laboratorium sederhana ini, diharapkan potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan yang diperlukan dapat dilakukan secara tepat sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga medis.




